1. Pilih Jenis benar Lensa Pemilihan lensa (lensa sudut lebar, lensa normal atau jarak lensa), tergantung pada lokasi dan obyek foto Anda. Lensa yang sering digunakan umumnya berkisar antara 28-135mm karena tidak menyebabkan distorsi, terutama ketika pengambilan gambar wajah orang-orang. Untuk peralatan studio, menggunakan lensa normal 50mm. Karena studio tidak berubah jarak dan kamera dapat digeser ke belakang dan sebagainya. lensa normal juga tidak banyak berubah, dan sesuai dengan kenyataan yang Anda lihat. Panjang lensa (tele) jarang digunakan, kecuali untuk olahraga menembak dan hewan.
2. Pilih kecepatan Shutter Speed Normal untuk pengambilan gambar objek yang tidak bergerak adalah yang kedua 1 / 60. Untuk kecepatan di bawah 1,60 detik, kamera cenderung untuk menjabat tangan Anda karena getaran, maka Anda harus menggunakan tripod. Kecepatan di bawah 1 / 60 biasanya digunakan untuk pemotretan interior atau suasana untuk menangkap lampu malam (suasana menjadi hidup). Bila Anda menggunakan lensa tele, Anda dapat menggunakan kecepatan tinggi (di atas 1 / 1250
3. Pilih Waktu yang Benar untuk Shooting Pendahuluan waktu eksposur di Indonesia lebih mudah daripada negara beriklim karena di Indonesia waktu untuk matahari terbit dan terbenam adalah sama sepanjang tahun. Matahari terbit jam 6 pagi dan matahari terbenam pukul 6 sore. Dari analisis posisi ketiga pergeseran matahari dari terbit sampai terbenam adalah waktu yang baik luar penembakan adalah antara pukul 80-10 pagi dan jam 3-5 sore. Pada saat itu dapat dipastikan ciaca kondisi cerah, kuning ke arah matahari dan membuat bayangan pasti.
4. Lihat Arah Sunlight. Arah datangnya bayangan matahari mempengaruhi terbentuk. Arah sinar matahari adalah sekitar 45 ° baik kanan atau sisi kiri karena dapat memberi efek dimensi. Sinar matahari datang langsung di depan objek akan cenderung membuat objek datar. Sementara itu, sinar yang datang tepat di sebelah objek akan baik untuk pemotretan tekstur kasar.
5. Lihat Latar Belakang Posisi model yang berkaitan dengan latar belakang yang akan difoto. Latar belakang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu polos, bentuk geometris, atau bentuk bahan organik. Biasanya latar belakang putih polos, seperti dinding atau dinding warna. Jika penembakan itu dilakukan di lingkungan perkotaan, Anda dapat menemukan jendela, pagar, pintu dan jendela, umumnya memiliki latar belakang dalam bentuk geometris, seperti garis-garis dan kotak. latar belakang Organik adalah bentuk yang tidak memiliki garis yang jelas, seperti ombak pantai dan awan
6. Posisi Tinggi Kamera Ketinggian posisi kamera sangat penting bagi kamera untuk mendapatkan perspektif yang tepat. Apabila Anda mengambil gambar orang berdiri, tinggi posisi kamera tidak boleh lebih tinggi dari ketinggian mata. Jika ketinggian dari orang yang Anda potret lebih pendek dari Anda, seperti anak kecil, Anda harus posisi berjongkok setinggi orang itu. Ketika Anda memotret pemandangan, Anda harus berdiri karena garis horizon akan berada di bawah garis tengah view finder Anda. Jika Anda posisi jongkok garis horizon akan di tengah.
7. Sertakan latar depan Dalam menembak, interior dan arsitektur lanskap, latar depan harus dipertimbangkan. Rumput, jalan raya, sawah, dapat digunakan untuk menjadi latar depan untuk shooting pemandangan, sedangkan interior bisa menggunakan kursi dan meja.
8. Menggunakan flash Shooting pada hari yang cerah, bayangan yang akan diperoleh akan terlihat sangat tegas, seperti bayangan dari kelopak mata dan hidung. Untuk mengurangi kontras gambar yang tidak diinginkan, gunakan lampu kilat. Menembak orang dengan latar belakang akan menghasilkan foto siluet matahari terbenam karena bayangan akan jatuh pada wajah. Gunakan flash untuk mengurangi bayangan.
9. Gunakan Scene Mode Beberapa kamera memiliki mode scene. Gunakan mode scene jika Anda tidak mengetahui pengaturan ISO, white balance, aperture, atau kecepatan rana harus digunakan sesuai dengan kondisi tertentu.
10. Continuous menembak Untuk mendapatkan gambar yang sempurna, mengambil gambar sebanyak mungkin bahkan jika objek adalah sama dan dari sudut pandang yang berbeda (Continuous Shoot). Dari banyak gambar, harus ada beberapa yang terbaik.
11. Hati-hati memindahkan file dari kamera Photo nama file yang dicetak oleh kamera, jika kartu memori kosong, file gambar tersebut cenderung sama seperti yang kita pernah pindah ke komputer. Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika memindahkan file dari kamera ke komputer. Jangan biarkan foto-foto yang telah tersimpan pada komputer dipengaruhi oleh foto baru karena kita menyimpan nama file yang sama sehingga foto-foto lama secara otomatis akan hilang. Dengan demikian, hal yang perlu diperhatikan adalah digunakan untuk membuat folder baru setiap kali transfer file gambar baru. Jika sudah pasti semua gambar yang disimpan pada komputer Anda, maka Anda melakukan format kartu memori langsung dari kamera.
12. Memilih Kamera Jika saat ini Anda ingin membeli kamera baru, hal mendasar yang harus diperhatikan adalah bahwa karakteristik kebutuhan Anda dan jumlah dana yang tersedia. Definisi karakteristik permintaan, yaitu bagaimana Anda harus memiliki kamera ini, seberapa sering Anda mengambil gambar, atau seberapa sering difoto situasi yang anda hadapi. Dengan mempertimbangkan karakteristik kebutuhan tersebut, maka kita memilih fitur yang diinginkan seperti dimensi yang besar, berat, ukuran resolusi, panjang focal lensa, jenis baterai, kekuatan flash, adegan fasilitas mode, dan lain-lain. Mengatur fitur ini ke dalam skala prioritas dan mengatur dana anggaran.